Wednesday, February 21, 2007

Plentinan Sendiri ... Siapa Takut?!


Iyalah, kenapa mesti takut?! Apa Valentine hanya diidentikkan dengan ungkapan kasih sayang seorang keturunan Adam dengan keturunan Hawa yang beda jenis?! Trus yang ga punya boncengan mesti nyari boncengan buat diboncengin?! (ojek kaliii hahahoho..). Valentine or Hari Kasih Sayang kan adalah hari dimana kita bisa dan mau ngungkapin kasih sayang kita ke orang sekitar kita yang kita kasihi. Apakah kamu hanya mengasihi pacarmu?! Gimana dengan teman?! Kalo orang tua?! And the most of all, gimana dengan dirimu sendiri?!

Valentine hanyalah sebagai simbol dimana kasih sayang sangat dijunjung tinggi di dunia, toh gak cuma saat valentine aja kamu bisa ngungkapin kasih sayang itu. Make your day full of love! It mean everyday! Betul gak?

Trus gimana donk sama yang ikut club JOJOBLA ... maksudnya JOJOBA (JOmblo-JOmblo BAhagia)? Nah, justru Valentine ini bisa kamu manfaatkan untuk melakukan hal-hal yang lebih berguna bagi dirimu sendiri. Contohnya:

COKLAT

Dimana ada Valentine disitu ada coklat. Iya kan?! (ngga juga sih) Whatever, yang penting pedagang coklat selalu kebanjiran order kalo pas valentine. Kalo kamu ga bisa nikmatin coklatmu berdua dengan si mas atau si mbak, cobalah kamu menyamar sebagai sinterklas dan membagi-bagikan coklat ke teman-teman sekitarmu. Atau kalo isi dompetmu gak memungkinkan untuk membagikan coklat dengan orang lain, kamu bisa kok beli coklat di warung yang harganya gak lebih dari 500 perak, trus simpen di kulkas sampe beku baru dimakan. Atau kalo kamu bener-bener ga punya duit, kamu juga bisa menjemur dirimu ditengah siang bolong kaya bule-bule sampe kulitmu coklat! (hahahoho?!@#^#%$&*) Setidaknya kamu sudah merasakan coklat.

HOME SWEET HOME

Untuk sejenak, hilangkanlah budaya ngelayap dalam dirimu. Ngga ada salahnya kalo valentinan dirumah. Secara, kamu bisa bantuin ngepel, nyapu, cuci piring, bikin kue, menjahit, nambal genteng atau bahkan main smack down dengan kakak perempuanmu! Kan enak tuh, dia pasti give up deh kalo kamu banting dari atas loteng ;p. Pokoknya rileks aja deh!

NONGKRONG

Kalo kamu ngerasa sudah banyak sekali waktu yang kamu luangkan untuk orang rumah dan kamu jenuh, coba deh kongkow-kongkow. Kemana kek! Yang penting rame-rame. Biar kata cuma untuk ngecengin temenmu yang giginya melampaui batas bibirnya dan kalo kamu lepar tomat pasti nyangkut, atau temenmu yang jidatnya jenong dan kalo ada Tiger Woods pasti dia langsung maen golf di jidatnya. Yang penting hepi-hepi deh ma temen-temen! Setuju!

MAKE YOURSELF COMFORT

Kamu juga bisa memanjakan dirimu di Valentine’s Day ini dengan shoping, meni, pedi, spa atau apa sajalah. Tapi yang pasti, itu semua bakal ngluarin duit. Eng..ing..eng.. saya ada cara ampuh untuk mengatasi masalah finansial itu. Kamu bisa minta dielus-elus sama mamah, bilang aja ini hari kasih sayang atawa valentine tapi kamu ga punya pacar plus bokek, pasti si mamah akan membelai kamu layaknya kucing kesayangannya. Gak pake duit kan?

SATU DARI SERIBU POPULASI

Inget bro, sist yang jomblo bukan kamu doang! Mas Kurnia juga jomblo kok atau mas Prihatin atau bahkan mbak Apolo. (haha SOYIII mas, mbak) Jadi Be Happy aja lagi!

Jangan buat hari kasih sayangmu penuh dengan ketidak-sayangan dengan berbagai hal. Amway... walah maksudnya Anyway, selamat mencoba tips diatas. Semoga bisa mewarnai Valentinemu kali ini.

cupcupmuahmuah

...Endoenk...

Thursday, February 8, 2007

Si Ari

"Hal yang paling abadi di dunia adalah Perubahan ..."

Aristoteles

Saturday, January 13, 2007

EKSEKUSI MATI SADDAM

Seperti hari Jumat biasanya, aku selalu menyibukkan diriku ditengah lautan kertas tempat kerjaku. Hari itu tak banyak teman-temanku yang datang, hanya aku dan temanku yang mengklaim dirinya sebagai Pimpinan Umum saja. Tapi namanya kerja sosial ya tak apalah. Tanpa mengenal detak waktu, tak terasa sang malam pun menghampiriku dan 2 buah komputer yang dengan optical mouse yang menyala-nyala pada sekelilingnya. Aku pun larut dalam kata-kata yang kurangkai tuk menambal Mingguan yang kubuat. Detak-detak jam dinding kami pun seolah menemani malam kami. Tak lama berselang, sapaan hangat pun terlontar melalui bibir merah IT kami, maklumlah karena pria yang selalu bersahabat dengan software dan hardware itu tidak merokok. “Halo semua” dengan kalimat pertama yang diucapkan teman kami itu pun kepenatan kami seakan sirna, sedikit hiperbola memang. Cukup beberapa menit saja kami terhanyut, karena bising komputer di hadapanku itu pun menandakan bahwa ia ingin kembali di jamah oleh tangan kasarku. Sudah menjadi kebiasaan kami untuk selalu berdiskusi tentang apa saja di dalam ruang kerja kami yang mungil. Kata demi kata dari mulutku keluar hanya untuk sekedar menanggapi perbincangan, tapi tanganku pun mengharuskanku untuk terus menekan tombol-tombol yang ada pada keyboard. Dalam sela-sela perbincangan kami yang ngalor ngidul, pria yang kurahasiakan namanya demi keselamatanku ini pun merogoh kantung kemejanya untuk mengambil sebuah benda kecil dengan daya tampung 1 giga byte yang lazim disebut Flash Disk. Dia memasukkan benda itu dalam komputerku, sontak timbul tampilan baru pada layarku karena dalam flashdisk-nya dilengkapi fasilitas AutoPlay. Meski pekerjaanku sedikit terganggu, tapi aku mengambil segi positifnya dimana aku bisa beristirahat sejenak untuk sekedar meregangkan otot-ototku yang mulai tegang. “Mau liat ga nih lo pada, gua baru dikirimin video eksekusi mati Saddam.” Sebenarnya kata-kata itu terbuang percuma karena monitor komputer kami berada tepat didepan pandangan kami, jadi mau tidak mau kami menontonnya, meskipun ada cara lain untuk menghindar dengan keluar ruangan. Karena memang terdapat banyak sekali data di komputer ditambah file yang akan dibuka merupakan file dengan extension 3gp, jadi sedikit lama memang untuk membuka cuplikan video yang ditransfer dari handphone itu ke komputer kami. Setelah file berhasil terbuka; saya, teman IT saya dan teman Pimpinan Umum saya pun menyaksikan detik-detik dimana seorang anak manusia harus berhadapan dengan maut yang tersamar dalam seutas tambang yang tergantung kokoh itu. “Gila!” belum selesai kata itu terucap dari teman saya, “Parah banget!” teman saya yang lain menyanggahnya dan saya pun hanya termenung menyaksikannya.

Sedikit cerita dari saya mengenai video tadi,

Di ruang gelap dan kecil dengan semacam panggung didalamnya yang dilengkapi seutas tambang, berdiri diatasnya sesosok pria tua dengan didampingi dua orang bertopeng hitam yang sedikit lebih tinggi dari badan pria tua tadi pada kedua belah sisinya. Pria tua itu Saddam Husein. Sebenarnya dari pertama video itu mulai, doa-doa pun sudah dikumandangkan, tetapi sayangnya suara doa tadi tercemar dengan makian segelintir orang. “Jahanam!?” kata-kata itu sempat terdengar diantara cacian tersebut. Usai doa-doa dikumandangkan untuk mengiringi maut anak manusia, kini giliran Saddam mengucap kata-kata terakhirnya. Dia lebih memilih untuk mengecap doa yang disebut syahadat itu, meski dalam bahasa Arab dan tambang sudah melingkari lehernya. Belum selesai doa dari mulut Saddam, tuas yang terhubung dengan dasar lantai panggung yang dibuat untuk dapat terbuka dan tertutup sesuai dengan arah tuasnya itu pun terbuka. Keributan pun serasa menggelegar. Spontan si pemilik handphone ini berlari keatas panggung untuk melihat jenazah sang terpidana tadi dan benar didapatinya tubuh Saddam tergolek lemas tanpa nafas yang keluar dari tubuhnya. Hanya beberapa detik saja untuk menghilangkan hidup anak manusia itu, mungkin karena tali itu menarik kuat sehingga mengenai salah satu saraf yang vital dari banyak saraf yang tertumpuk di leher orang itu.

Pada kejadian ini intinya MAUT TELAH MENANG ATAS KEHIDUPAN.

Seperti yang telah aku ungkapkan tadi, aku hanya bisa termenung menyaksikan kejadian itu. Tetapi dalam permenungan itu, hati kecilku berontak. Bagaimana keadilan dapat dicapai dengan cara ketidak adilan?! Fine, mungkin dia sudah banyak menghilangkan nyawa manusia, tetapi apakah jalan keadilan satu-satunya hanya dengan melenyapkan kembali kehidupan manusia itu? Meski aku hanya bisa termenung, setidaknya teman-teman yang berkecimpung dalam ruang kerja mungilku itu sepaham denganku.

Teringat kembali akan pekerjaanku, aku pun harus membawa suara hatiku itu jauh diawang-awang untuk sementara. Dan tak terasa Adzan Subuh pun sudah terdengar di telinga kami, sampai pada akhirnya kami harus pulang ke kehidupan kami di rumah karena pekerjaan kami telah usai.

Tapi dibalik itu semua, aku membayangkan jika sewaktu-waktu leherku yang dilingkari tali itu. Pernahkah terpikir olehmu?

Best Regard,

Endoenk

Thursday, January 11, 2007

Tinggalkan Aku

Hari itu berlariku disudut kekelaman

Berlari ... berlari ... dan terus berlari

Entah kemana kakiku membawaku

Mataku bungkam

Tetapi kakikupun terus berbicara

Seolah dunia tak menyapa


Terkadang inginku jatuh

Berharap kakiku tak mampu menopang

Terkadang berlariku tanpa satu arah

Berharap tak mendengar desiran Sang Ombak


Aku ...

Ini tubuhku ...

Jatuhkanlah aku ...

Berlarilah bersamaku ...


Berharapku pada sepenggal titik

Titik dimana aku berdiri

Untuk menatapku.



Gendut 29.09.05

01:57

Dari Sop Ayam

S

egala hubungan antar manusia itu mirip pasir dalam genggamanmu. Jika berada pada telapak tangan yang terbuka, pasir itu akan tetap pada tempatnya. Namun jika kau kepalkan tanganmu erat-erat untuk mempertahankannya, pasir itu akan menyembur melalui sela-sela jarimu. Mungkin ada yang tersisa dalam tanganmu, tetapi kebanyakan akan jatuh ...

(Kaleel Jamison dari Chicken Soup for The Teenage Soul)

Thursday, January 4, 2007

Learning By Doing

Tak terasa tahun 2006 telah kita lewati. Ada yang melewatinya penuh dengan sukacita, kegembiraan atau mungkin ada pula yang melewatinya dengan sebaliknya. Apapun itu toh jarum jam akan terus berdetak seiring dengan mengalirnya usia kita. Terkadang hal-hal yang kita lewati mungkin tidak sesuai dengan yang kita harapkan sebelumnya, tetapi dibalik itu semua pasti terselip secercah cahaya dimana teman-teman akan menemukan kekuatan untuk bangun. Banyak pula kejadian-kejadian yang kurang nyaman yang saya rasakan di tahun 2006, tetapi saya berusaha untuk bangun dari kepenatan yang demikian. Jadi, mungkin ini sedikit tips jika mengalami kejadian-kejadian yang kurang nyaman tersebut.

SADAR
KH. Abdullah Gymnastiar pernah berkata dalam ceramahnya, “Nasi udah jadi bubur bu, pak, ngga usah dipikirin kenapa, tapi yang harus dipikirin tinggal mau jadi apa bubur itu, kan yang enak tinggal ditambahin ayam, kuah, daon bawang, jadi deh bubur ayam.” Sadar bahwa si nasi tadi sudah menjadi bubur dan tidak dapat kembali menjadi nasi. Artinya, mengulas kembali kejadian-kejadian yang telah kita lalui memang penting misalnya untuk benteng agar dikemudian hari kita tidak terjebak di kesalahan yang sama, tetapi akankah lebih baik jika kita menatap ke depan dengan paradigma baru yang disertai dengan analisa atas kejadian-kejadian lampau. Dengan demikian kecil kemungkinan kita terjerembab di jurang yang sama ketika akan melewati tebing yang berbeda suatu saat.

HATI-HATI
Kewaspadaan sangatlah dibutuhkan untuk menentukan arah langkah kita. Dengan kewaspadaan itulah sebenarnya kita dilatih untuk peka terhadap situasi sekitar. Ojo sembrono (jangan sembarangan), apalagi tanpa kita sadari langkah yang kita tempuh akan membawa dampak pada diri kita khusunya dan orang lain pada umumnya. Dalam hal ini kita dituntut untuk berpikir berulang kali dalam mengambil keputusan. Keputusan yang kita ambil idealnya keputusan yang global. Tetapi bukan tidak mungkin, keputusan yang kita ambil membawa dampak negatif bagi beberapa orang. Sedikit tips dari saya ambillah keputusan yang berdampak negatif paling sedikit baik terutama dalam segi kuantitas tetapi dengan tidak bersikap apatis untuk nilai kaulitas.

CURHAT
Manusia merupakan makhluk sosial, yang tak mungkin terlepas dari lingkungan sekitarnya. Ketika teman-teman menemukan persoalan dimana teman-teman merasa mati akal, cobalah untuk berbagi dengan orang tua, kakak, teman curhat. Mungkin dengan curhat teman-teman belum menemukan jawaban atas permasalahan tadi, tapi minimal beban permasalahan yang teman-teman pikul akan terasa lebih ringan karena beban tadi bukan lagi ditopang oleh satu tangan melainkan dua. Tetapi juga jangan sesumbar nanti dikira over expose. Percayalah bahwa dengan curhatlah kita disegarkan atas beban pikiran kita.

MIMPI
Pasti semua orang pernah memimpikan dimana semua hal-hal yang positif terjadi pada dirinya. Mimpi itu penting bung, karena dengan mimpi sebenarnya kita diajak untuk memperjuangkan mimpi tadi. Tetapi semua tergantung dari cara kita menanggapi mimpi tersebut. Jadikan mimpi itu cambuk untuk melakukan pergerakan-pergerakan yang konstruktif.

BERDOA
Inilah obat yang paling efektif untuk segala permasalahan teman-teman, disamping hal-hal yang telah diutarakan tadi. Dengan inilah pikiran kita lebih direfresh seakan terlahir kembali. Serahkanlah segala keluh kesah teman-teman kehadapanNya. Percayalah bahwa Dia tidak akan tinggal diam atas permasalahan teman-teman. Mungkin dengan doa, Dia tidak menjawab secara langsung atas permasalahan teman-teman seperti langit terbuka dan keluar suara-suara dari dalamnya, tetapi pasti Dia akan menunjukkan kasihnya entah melalui orang lain ataupun media-media yang masuk akal. Dan ingatlah satu hal bahwa Tuhan selalu mencintai teman-teman.

Inilah sedikit tips untuk teman-teman, semoga dengan tips tadi teman-teman disegarkan kembali supaya mampu menopang langkah kaki yang akan ditempuh. Semakin banyak kejadian-kejadian kurang nyaman yang teman-teman alami, maka semakin banyak pulalah pengalaman teman-teman. Dengan demikian pengalaman tersebut secara tidak langsung telah mendidik teman-teman untuk lebih memaknai hidup.


*** Endoenk ***

WELCOME TO THE JUNGLE

Sebatang rokok menemani kesunyian malamku. Jarum jam berdetak seakan menunjukkan takdirku. Komputer dan salib ruang kerjakulah yang tahu kegelisahanku. Aku coba merasakan getir hati seseorang di kursi pesakitan yang tahu kapan liang lahat akan menjumpainya. Ketika nyanyianku diabaikan, ketika garakan-gerakan tanganku membuatku semakin terperosok. Mungkin hanya dengan doalah aku menyerah. Jiwaku berkecambuk laksana badai. Mengapa? Bukankah kita diciptakan secitra dengan Allah, dan bukankah Allah itu Maha Adil? Idealisme seperti itulah yang selalu menjadi pertanyaan untukku.

Aku, kamu, kita diciptakan Allah dan hanya Allah yang boleh mengambil kita ke hadapanNya. Dalam Al-Shalat Al-Robaniyah (Bapa Kami) pun kita dituntut untuk mengampuni yang bersalah, karena pada dasarnya Hak Manusia yang paling hakiki adalah HIDUP.

Sampai pada saat titik jenuhku aku berpikir, apakah kita harus mengulang kembali zaman dimana tangan harus dibayar dengan tangan, kaki dengan kaki, mata dengan mata, dan nyawa dengan nyawa? Begitu tidak dihargainya nyawa seorang anak manusia, sebut saja Fabianus Tibo cs dan masih banyak lagi contoh-contoh kebobrokan nilai keadilan ditengah kita. Bayangkan jika mereka adalah orang yang kita kasihi. Mereka manusia biasa sama seperti kita. Bayangkan jika senyum mereka tak bisa menghantar anak-anak mereka ke gerbang kedewasaan, bayangkan jika tangan mereka tak mampu lagi menyokong perekonomian keluarga, bayangkan jika hangat tubuh mereka tak mampu lagi memeluk yang dikasihinya.

Bagaimana menciptakan keadilan tetapi keadilan itu hanyalah sebagai wacana? Bagaimana menciptakan perdamaian jika perdamaian itu dinodai? Bagaimana nilai kehidupan itu berakar sedangkan kehidupan sendiri tidak dihargai? Sejenak aku terpejam memikirkan apakah ada seseorang di dunia ini yang dapat membuktikan dirinya bahwa dia mempunyai kuasa untuk mencabut hidup? Bukankah kehidupan tidak bisa dikembalikan?

Mungkin memang kesalahan yang mereka perbuat sangatlah tidak dapat ditolerir, tetapi apakah kesalahan itu dapat ditebus dengan melenyapkan hidup? Lagi-lagi aku bertanya pada sekelilingku. Tetapi hanya bungkam yang kudapat. Apakah mereka takut berbicara? Apakah mereka tak memiliki kekuatan untuk berbicara? Apakah intensitas fakta seperti ini sudah sering terjadi sehingga membuat mereka mati rasa? Atau mungkin hanya aku dan kata-kataku yang mau berbicara?

Begitu busuknya kita ketika nilai-nilai kehidupan dicampur-adukkan dengan kepentingan-kepentingan lain. Andai aku adalah palu yang mereka ketuk, aku lebih memilih untuk menghancurkan diriku agar setan-setan itu tak memilikiku. Tapi aku hanyalah aku.

Welcome to The Jungle! Mungkin judul lagu yang dibawakan oleh kelompok musik Guns n’ Roses ini secara tidak langung dapat mewakili peradaban kita.

Inginku meniti perjalanan dimana diujung jalan itu terlihat seberkas cahaya, cahaya dimana semuanya baik adanya. Berjalanlah bersamaku.

Will I Fight for Justice and Peace?

Endoenk

Dari PRAM

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah...Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

(Pramoedya Ananta Toer dalam Kotbah dari Jalan Hidup)

*** thx 4 my inspired man (peziarah muda) ***

Wednesday, January 3, 2007

MY SWEET GIFT


Ada beberapa orang yang sangat menonjol keeksistensiannya dalam hidupku. Orang tuaku pasti, meski sekarang ayahku sudah tidak dapat bercengkerama lagi denganku karena beliau harus menghadap Sang Empunya Dunia. Kakak perempuanku, dialah orang selalu menamparku dengan kenyataan yang akan kulalui dan itu membuatku lebih berpikir untuk menatap masa depanku. Tetapi dibalik itu semua ada seorang gadis yang tanpa kusadari telah mengisi kehampaanku.

Aku ingat saat perjumpaan pertama kami, saat itu kemeja putih berlambang OSIS di kantung dan celana pendek biru yang sengaja kubuat lebih panjang melampaui lututku masih melekat erat di tubuhku. Kata teman-temanku, aku orang dengan kromosom yang berlebih, mungkin karena aku tipe orang yang ngga bisa diam. Saat itupun aku sudah terlibat aktif dalam organisasi Putra Altar Putri Sakristi. Organisasi tersebut merupakan organisasi Gereja dibawah asuhan Seksi Liturgi dan kami bertugas untuk melayani Romo pada saat mempersembahkan Perayaan Ekaristi Kudus. Tetapi tidak seperti yang orang-orang bayangkan pada umumnya bahwa jika seseorang aktif dalam kegiatan Gerejani maka pastilah orang itu mendekati suci. Meski aku aktif dalam organisasi itu, tetap saja duniaku diluar begitu kelam dan aku terhanyut didalamnya. Aku adalah mantan pemakai, meski ini merupakan aib bagi beberapa orang tapi aku tak segan mengungkapkannya. Ironisnya, dalam lembaga pendidikan yang menerapkan disiplin yang begitu ketat dan bernafaskan keagamaan itu, aku belajar melalui segala sesuatu bukan dengan akal sehat. Bolos sekolah, perkelahian antar pelajar, merokok, mengkonsumsi drugs sudah menjadi bagian yang susah terpisahkan di diriku. Teringatku akan kasus terakhir dimana kejadian itu hampir merenggut ijazah SMPku, saat itu Bu Eri (Guru Bimbingan Konselingku) berkata, “Jujur saya sampe lupa kasus-kasusmu karena saking banyaknya, mungkin seharusnya kamu sudah saya keluarkan sebelum kasus ini.” Tetapi ditengah kebusukanku saat itu, aku melihat sesosok gadis yang sempat menggetarkan hatiku.

Saat itu malam minggu dimana aku harus menghadiri pertemuan rutin organisasiku tadi. Kebetulan saat itu kami membuka pendaftaran baru bagi calon anggota. Terdiamku ditengah keramaian teman-temanku, tiba-tiba senyum manis dari bibir mungil itu keluar hanya sekedar untuk menyapa. Rontok hatiku waktu itu. Dan dengan cepatnya aku memutuskan untuk coba menjalin suatu hubungan dengannya. Tapi ternyata maksudku itu ditolak. Ya sudahlah aku coba menjalin hubungan dengan keturunan hawa lainnya. Telah banyak hubungan yang kulalui meskipun itu dari teman-teman sekolahku. Sampai pada suatu ketika aku mulai merasa dekat dengannya. Aku heran mengapa dia bisa begitu perhatian padaku. Dia berusaha untuk membangun aku ditengah-tengah kehancuranku. Tapi pada masa itu aku sama sekali tidak menghiraukan segala kicauannya, karena saat itu aku asyik dengan dunia hitamku.

Tak lama berselang diapun mulai menunjukkan kasihnya padaku meski aku kesadaranku melayang-layang entah kemana. Pada awalnya karena aku sedang tidak berhubungan dengan siapa-siapa, jadi kuputuskanlah untuk berhubungan dengannya. Tak seperti yang kusangka, begitu hebatnya dia mengekang setiap derap langkahku waktu itu. Dia melarangku untuk melakukan hal-hal hitam yang kulakukan waktu itu. Siapa dia? Tidak ada yang berhak mengatur hidupku selain aku. Itulah yang menjadi prinsipku dan yang menghatarku untuk melakukan pemutusan hubungan dengannya. Semua kejadian pada masaku itu berlalu dengan putus-sambungnya aku dengannya. Dengan alasan yang mendasar dalam hati tadi aku coba untuk berulang kali menjalin hubungan dengannya. Baru kusadari sekarang akan kasihnya kepadaku. Dia siap menerimaku apa adanya diriku meski aku telah benar-benar membuangnya dalah hidupku.

Seiring mengalirnya usiaku. Kejadian yang sama antara aku dengan dia terus berlangsung. Sampai pada saat dimana aku harus menyadari bahwa usiaku terus menggerogoti aku. Maka kuputuskanlah untuk mulai meninggalkan kehidupan kelamku. Sangatlah tidak mudah, tapi Puji Tuhan aku bisa melampauinya. Dan tidak terasa pula dia selalu mengiringi langkahku menuju aku yang sekarang. 3 April 2006 pukul 00.00 WIB (hari ulang tahunnya) telah menjadi saksi bisu dimana aku menyatakan keinginanku untuk menjalin hubungan dengannya untuk kesekian kalinya. Lagi-lagi dia menerimaku. Disanalah aku menemukan arti cinta yang sesungguhnya.

Aku mulai belajar untuk mencintai dan dicintai. Aku memulai kehidupan baruku. Aku pernah berkata padanya bahwa dialah bensin untuk motorku yang ngga pernah naik harganya dan benar adanya. Berjalanku dengannya melewati kerikil-kerikil kehidupan. Sampai pada saat timbul suatu permasalahan dimana aku dengan dia yang tahu. Meski keputusan itu dibuat berdasarkan keputusan kami, tetapi tetap saja aku merasa kehilangan aku. Hari-hariku mulai terasa hampa kembali, tapi aku coba untuk tidak mengulangi kesalahanku yang lama. Tidak mudah rasanya bangun setiap pagi dengan sadar bahwa kita bukan lagi kita melainkan aku aku dan dia dia. Inilah hubunganku yang kubangun dengan hati, itu semua karena ketulusannya membangun aku. Aku mati rasa tapi disatu sisi rasa takut menghantuiku untuk menjalin hubungan. Karena aku sangat merasakan perihnya. Aku merasa tak pantas untuk sekedar menjabat tanganku dengannya. She is so perfect to me.

Rasa sayangku dengannya tak akan pernah berubah sampai kapanpun meski aku takut untuk memperjuangkan hubunganku dengannya. Jalan yang kuambil sekarang mungkin memang sedikit menyakiti hatinya, tetapi inilah usahaku untuk menipu diriku sendiri. Aku tak tahu apakah jalan yang kutempuh salah, tetapi itu semua dapat meringankan seluruh bebanku meski tak bisa melupakannya sampai kapanpun.

Yang kulakukan sekarang hanyalah membangun diriku dari serpihan-serpihan kehancuran yang telah kunikmati. Berharapku pada suatu saat dimana aku adalah aku meski aku membohongi diriku.

Cupcupmuahmuah.

Endoenk