Thursday, January 4, 2007

Learning By Doing

Tak terasa tahun 2006 telah kita lewati. Ada yang melewatinya penuh dengan sukacita, kegembiraan atau mungkin ada pula yang melewatinya dengan sebaliknya. Apapun itu toh jarum jam akan terus berdetak seiring dengan mengalirnya usia kita. Terkadang hal-hal yang kita lewati mungkin tidak sesuai dengan yang kita harapkan sebelumnya, tetapi dibalik itu semua pasti terselip secercah cahaya dimana teman-teman akan menemukan kekuatan untuk bangun. Banyak pula kejadian-kejadian yang kurang nyaman yang saya rasakan di tahun 2006, tetapi saya berusaha untuk bangun dari kepenatan yang demikian. Jadi, mungkin ini sedikit tips jika mengalami kejadian-kejadian yang kurang nyaman tersebut.

SADAR
KH. Abdullah Gymnastiar pernah berkata dalam ceramahnya, “Nasi udah jadi bubur bu, pak, ngga usah dipikirin kenapa, tapi yang harus dipikirin tinggal mau jadi apa bubur itu, kan yang enak tinggal ditambahin ayam, kuah, daon bawang, jadi deh bubur ayam.” Sadar bahwa si nasi tadi sudah menjadi bubur dan tidak dapat kembali menjadi nasi. Artinya, mengulas kembali kejadian-kejadian yang telah kita lalui memang penting misalnya untuk benteng agar dikemudian hari kita tidak terjebak di kesalahan yang sama, tetapi akankah lebih baik jika kita menatap ke depan dengan paradigma baru yang disertai dengan analisa atas kejadian-kejadian lampau. Dengan demikian kecil kemungkinan kita terjerembab di jurang yang sama ketika akan melewati tebing yang berbeda suatu saat.

HATI-HATI
Kewaspadaan sangatlah dibutuhkan untuk menentukan arah langkah kita. Dengan kewaspadaan itulah sebenarnya kita dilatih untuk peka terhadap situasi sekitar. Ojo sembrono (jangan sembarangan), apalagi tanpa kita sadari langkah yang kita tempuh akan membawa dampak pada diri kita khusunya dan orang lain pada umumnya. Dalam hal ini kita dituntut untuk berpikir berulang kali dalam mengambil keputusan. Keputusan yang kita ambil idealnya keputusan yang global. Tetapi bukan tidak mungkin, keputusan yang kita ambil membawa dampak negatif bagi beberapa orang. Sedikit tips dari saya ambillah keputusan yang berdampak negatif paling sedikit baik terutama dalam segi kuantitas tetapi dengan tidak bersikap apatis untuk nilai kaulitas.

CURHAT
Manusia merupakan makhluk sosial, yang tak mungkin terlepas dari lingkungan sekitarnya. Ketika teman-teman menemukan persoalan dimana teman-teman merasa mati akal, cobalah untuk berbagi dengan orang tua, kakak, teman curhat. Mungkin dengan curhat teman-teman belum menemukan jawaban atas permasalahan tadi, tapi minimal beban permasalahan yang teman-teman pikul akan terasa lebih ringan karena beban tadi bukan lagi ditopang oleh satu tangan melainkan dua. Tetapi juga jangan sesumbar nanti dikira over expose. Percayalah bahwa dengan curhatlah kita disegarkan atas beban pikiran kita.

MIMPI
Pasti semua orang pernah memimpikan dimana semua hal-hal yang positif terjadi pada dirinya. Mimpi itu penting bung, karena dengan mimpi sebenarnya kita diajak untuk memperjuangkan mimpi tadi. Tetapi semua tergantung dari cara kita menanggapi mimpi tersebut. Jadikan mimpi itu cambuk untuk melakukan pergerakan-pergerakan yang konstruktif.

BERDOA
Inilah obat yang paling efektif untuk segala permasalahan teman-teman, disamping hal-hal yang telah diutarakan tadi. Dengan inilah pikiran kita lebih direfresh seakan terlahir kembali. Serahkanlah segala keluh kesah teman-teman kehadapanNya. Percayalah bahwa Dia tidak akan tinggal diam atas permasalahan teman-teman. Mungkin dengan doa, Dia tidak menjawab secara langsung atas permasalahan teman-teman seperti langit terbuka dan keluar suara-suara dari dalamnya, tetapi pasti Dia akan menunjukkan kasihnya entah melalui orang lain ataupun media-media yang masuk akal. Dan ingatlah satu hal bahwa Tuhan selalu mencintai teman-teman.

Inilah sedikit tips untuk teman-teman, semoga dengan tips tadi teman-teman disegarkan kembali supaya mampu menopang langkah kaki yang akan ditempuh. Semakin banyak kejadian-kejadian kurang nyaman yang teman-teman alami, maka semakin banyak pulalah pengalaman teman-teman. Dengan demikian pengalaman tersebut secara tidak langsung telah mendidik teman-teman untuk lebih memaknai hidup.


*** Endoenk ***

No comments: